, ,

Mahasiswa Bongkar Utang Petani Indramayu Nyaris Rp 1,5 Triliun, DPRD Kaget

oleh -669 Dilihat

Mahasiswa Bongkar Utang Petani Indramayu Hampir Rp 1,5 Triliun, DPRD Terkejut

Laporan Dumai – Mahasiswa Bongkar Utang Petani Seorang mahasiswa dari Universitas Negeri di Jawa Barat berhasil membongkar fakta mencengangkan: total utang petani di Kabupaten Indramayu hampir menyentuh angka Rp 1,5 triliun.

Temuan ini dipaparkan dalam audiensi publik di hadapan DPRD Indramayu, yang sontak membuat para anggota legislatif terkejut.

Kami tidak menyangka angkanya sebesar itu. Ini alarm keras untuk pemerintah,” ujar Ketua Komisi II DPRD Indramayu.

Mahasiswa tersebut, Andi Prasetya, melakukan penelitian selama enam bulan dan melibatkan lebih dari 30 kelompok tani.


Mengapa Utang Petani Indramayu Bisa Membengkak Hingga Rp 1,5 Triliun?

Laporan mahasiswa tentang utang petani Indramayu mengungkap bahwa mayoritas pinjaman berasal dari kredit mikro non-bank, tengkulak, hingga aplikasi pinjol ilegal.

Kondisi ini disebabkan oleh:

Turunnya harga gabah saat panen

Biaya produksi pertanian yang tinggi

Ketergantungan pada pupuk dan pestisida komersial

Kurangnya akses terhadap pembiayaan formal

Pakar pertanian dari IPB menyebut fenomena ini sebagai “jebakan finansial struktural” yang mengancam masa depan petani kecil.

Pemerintah Hapus Utang Petani, Begini Syarat dan Batas Maksimal - Edisi Indonesia


Baca Juga:Rano Karno Janji Temui Nelayan Terdampak Pagar Beton Cilincing

Mahasiswa Bongkar Utang Petani Bupati Indramayu Janji Audit dan Evaluasi Kredit Petani

Pasca laporan mahasiswa viral, DPRD Indramayu langsung memanggil Dinas Pertanian dan Perbankan setempat. Bupati Indramayu, Nina Agustina, mengakui bahwa data tersebut menjadi wake-up call untuk semua pihak.

Kami akan audit program pembiayaan petani. Tidak boleh lagi petani kita terjerat utang yang tidak sehat,” katanya.

Pemerintah juga mempertimbangkan membentuk Tim Khusus Penyelesaian Utang Petani dan mendorong restrukturisasi pinjaman melalui lembaga resmi.


Kami Terpaksa Berutang Demi Tanam Padi” – Jeritan Petani Indramayu

Kalau enggak utang, enggak bisa tanam. Tapi pas panen, harga anjlok,” kata Pak Darno, petani di Kecamatan Kandanghaur.

Dengan bunga tinggi dan hasil panen yang tak sebanding, banyak petani harus “gali lubang tutup lubang”.


Andi Mahasiswa yang Ungkap Utang Rp 1,5 T: “Saya Tidak Ingin Petani Dihisap Sistem”

Andi Prasetya, mahasiswa semester akhir jurusan Ekonomi Pembangunan, tak menyangka penelitiannya tentang utang petani menjadi viral.

Ia mengaku prihatin setelah melihat langsung banyak petani tua masih bekerja keras demi membayar utang yang menumpuk.

Petani itu tulang punggung negeri, bukan objek eksploitasi ekonomi,” ujarnya.


LSM Desak Pemerintah Tindak Pinjol Ilegal yang Peras Petani

Beberapa organisasi sosial menyoroti peran pinjaman online ilegal yang ikut memperparah beban utang petani. Laporan menyebut sekitar 20% dari total utang bersumber dari pinjol dengan bunga mencekik hingga 30% per bulan.

Koordinator LSM Tani Merdeka, Rosa Anindya, mendesak pemerintah melakukan moratorium pinjol di sektor pertanian.


Utang Petani dan Kegagalan Sistemik: Saatnya Reformasi Pertanian

Utang hampir Rp 1,5 triliun di Indramayu bukanlah kasus tunggal. Ini adalah simbol dari kegagalan sistem pertanian nasional yang tidak berpihak pada petani kecil.

Saat pupuk subsidi langka, harga jual rendah, dan teknologi tidak merata, petani tidak punya pilihan selain berutang.

Negara harus hadir lebih dari sekadar memberi bantuan, tapi menciptakan sistem yang adil, lestari, dan berpihak pada petani. Laporan mahasiswa ini harus menjadi momentum reformasi agraria dan perbankan pertanian.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.