Warga Myanmar Dibom Warga Myanmar Dibom Saat Saksikan SEA Games 2025
Laporan Dumai — Warga Myanmar Dibom Malam damai bagi warga di Desa Mayakan, Kecamatan Tabayin (Depayin), wilayah Sagaing, Myanmar, berubah menjadi tragedi memilukan saat jet tempur militer melancarkan serangan udara pada Jumat (5/12/2025), menargetkan sebuah kedai teh tempat warga asyik menonton pertandingan sepakbola SEA Games 2025. Akibatnya sedikitnya 18 warga sipil tewas dan 20 lainnya luka‑luka.
Nobar Berujung Duka
Kedai teh — tempat nongkrong sekaligus nonton bareng pertandingan Myanmar vs Filipina — dipenuhi warga, termasuk anak‑anak dan guru sekolah. Seorang anak berusia 5 tahun serta dua orang guru disebut di antara korban tewas.
Tak lama setelah sirene serangan udara berbunyi, dua bom dijatuhkan dari jet tempur. Ledakan menghantam kedai dan merusak lebih dari 20 rumah di sekitarnya. Banyak korban tak sempat berlindung ketika bom meledak mendadak
Baca Juga: 2 Tambang Ilegal di Bangkalan Polisi Tetapkan Pemilik dan Petugas Jadi Tersangka
Kronologi Singkat Serangan
Sekitar pukul 20.00 waktu setempat, kedai teh di Desa Mayakan penuh dengan warga yang menonton SEA Games 2025.
Tidak ada laporan bentrokan atau aktivitas militer sebelumnya di dekat lokasi — warga menyebut daerah itu relatif tenang.
Namun jet tempur muncul tanpa peringatan, melepaskan dua bom yang langsung meledak, menghancurkan kedai sekaligus merusak rumah‑rumah di sekitar.
Pasca kejadian, banyak warga memilih mengungsi — sebagian mulai menggali tempat perlindungan darurat karena takut serangan susulan.
Warga Myanmar Dibom Korban Sipil dan Tanggung Jawab
Korban dari serangan ini adalah warga sipil — termasuk anak kecil dan guru — yang tidak memiliki kaitan dengan kelompok bersenjata. Ini menegaskan bahwa serangan udara bukan hanya menyasar zona konflik, tetapi juga membahayakan warga biasa yang hanya ingin melepas lelah dan menikmati pertandingan olahraga.
Tak hanya kedai, rumah warga sekitar ikut rusak — menunjukkan dampak luas serangan terhadap komunitas.
Reaksi Internasional & Situasi di Myanmar
Insiden ini menambah daftar panjang korban konflik yang terus berulang di Myanmar sejak kudeta militer 2021. Serangan udara kerap dilancarkan oleh militer terhadap basis perlawanan—namun warga sipil sering jadi korban, terutama di kawasan padat atau saat berkumpul publik.
Organisasi kemanusiaan serta media internasional mengecam keras aksi militer ini. Banyak yang menilai serangan terhadap warga tak bersenjata, termasuk anak-anak, sebagai pelanggaran hak asasi manusia
Peringatan & Imbauan
Warga di kawasan konflik diimbau waspada dan menghindari kerumunan, terutama di tempat publik seperti kedai teh atau kafe kecil.
Komunitas internasional didesak memperkuat perlindungan warga sipil serta memberi bantuan kemanusiaan cepat bagi korban dan pengungsi.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa konflik bersenjata — bahkan di luar garis depan — sangat rentan menyeret warga tak bersalah korban.





