Sinode Kudus Gereja Ortodoks Timur Gelar Pertemuan Tahunan di Konstantinopel
Laporan Dumai – Sinode Kudus tahunan yang diselenggarakan di Patriarkat Ekumenis Konstantinopel. Pertemuan ini membahas tantangan global gereja, termasuk isu diaspora, perang, dan relasi antar-gereja Ortodoks.
Dipimpin oleh Patriark Ekumenis Bartolomeus I, sinode ini dihadiri oleh perwakilan dari gereja-gereja lokal seperti Yunani, Serbia, Rumania, Ukraina, dan Amerika. Agenda utama tahun ini mencakup pembaruan pastoral, pelestarian liturgi kuno, dan upaya rekonsiliasi antar-yurisdiksi yang tengah berselisih.
Sinode Kudus adalah suara kolektif gereja, bukan hanya keputusan satu orang,” ujar Metropolit Ioannis dari Pergamon. “Kami di sini bukan untuk memaksakan kehendak, melainkan mendengar Roh Kudus berbicara di tengah gereja.”
Isu Ukraina dan Hubungan Pan-Ortodoks
Salah satu pokok bahasan utama adalah ketegangan seputar Gereja Ortodoks Ukraina. Sejak pemisahan dari Moskow pada 2018 dan pengakuan autocephaly oleh Patriarkat Ekumenis, sejumlah gereja Ortodoks lainnya masih terpecah soal pengakuan kanonik.
Sinode kali ini menegaskan perlunya dialog damai dan menghindari ekskomunikasi sepihak.

Baca Juga: Harga Daging Ayam Melonjak Hingga Rp 40.000 per Kilogram, Omset Pedagang di Madiun Turun Drasti
Peran Sinode Kudus dalam Tradisi Gereja
Sinode Kudus (atau “Holy Synod”) adalah bentuk tertinggi pengambilan keputusan kolektif dalam gereja Ortodoks dan Katolik Timur. Setiap uskup yang tergabung memiliki suara, namun keputusan final dibuat secara kolegial.
Tradisi ini berasal dari praktik para rasul dalam Kisah Para Rasul (Kis 15), dan terus dipertahankan sebagai bentuk kepemimpinan non-monarkis dalam gereja.
Seruan Perdamaian dan Doa untuk Dunia
Sinode juga mengeluarkan seruan damai atas konflik yang masih berlangsung, termasuk di Ukraina, Sudan, dan wilayah Palestina.
Contoh Keputusan Sinode:
Beberapa contoh keputusan penting yang pernah diambil dalam Sinode Kudus:
Pengakuan autocephaly Gereja Ortodoks Ukraina (oleh Sinode di Konstantinopel, 2018)
Penyesuaian kalender liturgi dalam beberapa gereja (misalnya, peralihan ke kalender Gregorian)
Ekskomunikasi atau rekonsiliasi antara yurisdiksi Ortodoks yang berselisih
Pernyataan moral atau sosial terkait perang, etika bioteknologi, dan tantangan modern lainnya
