Pohon Beringin Roboh Tutup Jalan Semarang-Grobogan, Ratusan Truk Terjebak dan Terpaksa Menginap di Jalanan
Laporan Dumai — Pohon Beringin Roboh Jalur utama penghubung antara Kota Semarang dan Kabupaten Grobogan lumpuh total pada Senin malam (29/9), setelah sebuah pohon beringin besar tumbang dan menutup seluruh badan jalan. Peristiwa ini mengakibatkan kemacetan parah hingga belasan kilometer dan membuat ratusan truk terpaksa menginap di jalanan.
Kejadian Saat Hujan Deras dan Angin Kencang
Menurut informasi dari BPBD Jawa Tengah, pohon beringin dengan diameter hampir dua meter itu roboh sekitar pukul 21.30 WIB di kawasan Bergas, Kabupaten Semarang. Saat kejadian, wilayah tersebut sedang dilanda hujan lebat disertai angin kencang.
“Kondisi akar pohon sudah tua dan lapuk, ditambah hujan deras membuat tanah menjadi labil. Itu yang menyebabkan pohon tumbang dan menutup jalan sepenuhnya,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Semarang, Haryanto.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, meski beberapa kendaraan nyaris tertimpa. Namun dampaknya sangat besar bagi lalu lintas malam itu.

Baca Juga: Israel Makin dikucilkan Dunia, dari Diplomasi hingga Sepak bola
Pohon Beringin Roboh Ratusan Truk Terjebak, Sopir Tidur di Kabin
Akibat kejadian tersebut, jalur Semarang-Grobogan, terutama di ruas utama yang biasa dilintasi kendaraan berat, praktis tidak bisa dilalui. Ratusan kendaraan, mayoritas truk angkutan logistik, tertahan berjam-jam. Banyak sopir yang memilih tetap berada di kabin truk mereka untuk beristirahat sembari menunggu evakuasi pohon tumbang.
“Kami sudah 7 jam di sini, tidak bisa ke mana-mana. Mau putar balik juga tidak mungkin karena jalan sempit,” kata Arif, seorang sopir truk dari Surabaya yang hendak mengirim barang ke Kendal.
Beberapa warga sekitar turut membantu menyediakan air minum dan makanan ringan untuk para sopir dan penumpang yang terdampak.
Proses Evakuasi Terkendala Ukuran Pohon
Namun, karena ukuran pohon yang sangat besar dan banyaknya cabang, proses pemotongan dan pembersihan memakan waktu hingga pagi hari.
“Pohon ini jenis beringin tua, butuh alat berat dan gergaji mesin khusus untuk memotong batang utama. Kami bekerja sejak malam, tapi karena volume kayu sangat besar, prosesnya cukup lama,” jelas petugas lapangan dari Dinas Lingkungan Hidup.
Kerugian Waktu dan Ekonomi
Selain menyebabkan kemacetan panjang, tumbangnya pohon ini juga menimbulkan kerugian ekonomi karena distribusi barang terhambat.
Asosiasi Pengusaha Logistik Indonesia (APLI) Jawa Tengah menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut dan meminta pemerintah daerah mempercepat penanganan serta pemangkasan pohon rawan tumbang di jalur utama.
“Kami mendesak evaluasi terhadap pohon-pohon besar di pinggir jalan. Ini bukan kali pertama kejadian serupa menghambat rantai distribusi,” ujar Ketua APLI Jateng, Rudi Santoso.
Kesimpulan
Peristiwa tumbangnya pohon beringin di jalur utama Semarang-Grobogan menjadi pengingat pentingnya pemeliharaan lingkungan, terutama pohon-pohon besar yang berada di dekat jalan raya. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dampak terhadap arus logistik dan kenyamanan pengendara sangat signifikan.





