Menag Salurkan Bantuan Rp 300 Juta untuk Korban Banjir Bali: Komitmen Pemerintah Hadir Saat Warga Tertimpa Bencana
Laporan Dumai — Menag Salurkan Bantuan Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas, menyalurkan bantuan senilai Rp 300 juta untuk korban banjir bandang yang melanda beberapa wilayah di Bali, termasuk Kabupaten Jembrana dan Tabanan. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis saat kunjungan kerja Menag ke Pulau Dewata pada akhir pekan ini.
Kehadiran Menag di lokasi terdampak banjir menjadi simbol nyata kehadiran negara di tengah musibah yang menimpa warganya. Ia menegaskan bahwa penanganan bencana bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga kepedulian dan solidaritas antarumat.
Kami datang bukan hanya membawa bantuan materi, tapi juga empati dan pesan bahwa negara tidak tinggal diam saat rakyatnya terkena musibah,” ujar Yaqut saat menyerahkan bantuan di Posko Banjir Desa Melaya, Jembrana, Sabtu (20/9).
Bantuan Difokuskan untuk Kebutuhan Mendesak
Kami ingin memastikan bantuan ini tepat sasaran, terutama bagi warga yang paling terdampak dan belum tersentuh bantuan lain,” jelas I Gusti Agung Wibawa, Kepala Kanwil Kemenag Bali.

Baca Juga: Agen Travel Umrah di Padang Gelapkan Uang Setoran 100 Jemaah
Menag Ajak Pemuka Agama Turut Berperan
Dalam kunjungannya, Menag Yaqut juga menggelar pertemuan dengan para tokoh lintas agama di Bali. Ia mengajak seluruh pemuka agama untuk aktif dalam memberikan pendampingan spiritual kepada masyarakat korban banjir.
Di saat seperti ini, trauma bukan hanya fisik tapi juga batin. Peran tokoh agama sangat penting untuk menjaga ketenangan jiwa masyarakat,” ujarnya dalam dialog lintas iman di Denpasar.
Warga Apresiasi Kehadiran Pemerintah Pusat
Kehadiran langsung Menteri Agama mendapat sambutan hangat dari warga terdampak.
Bantuan sudah mulai datang, tapi baru sekarang ada menteri yang datang langsung lihat kondisi kami. Ini bikin kami merasa tidak sendirian,” ujarnya.
Menag Salurkan Bantuan Bencana Banjir Akibat Cuaca Ekstrem
Puluhan rumah rusak, ratusan warga mengungsi, dan beberapa titik infrastruktur seperti jembatan dan jalan desa mengalami kerusakan parah.
Pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat dan mengaktifkan posko bencana di sejumlah titik.
Penutup: Sinergi Lintas Sektor Diperlukan
Bantuan dari Kementerian Agama ini menjadi bagian dari upaya lintas sektor pemerintah pusat untuk membantu pemulihan Bali pasca-banjir. Menag berharap, solidaritas nasional dan semangat gotong royong dapat mempercepat proses pemulihan.





