, ,

Dorong Transisi Energi Hijau, PLN Soroti Pentingnya Kolaborasi Lintas Sektor di CEO Insight 2025

oleh -171 Dilihat

Dorong Transisi Energi Hijau PT PLN (Persero) Soroti Pentingnya Kolaborasi Lintas Sektor

Laporan Dumai – Dorong Transisi Energi Hijau Dalam forum CEO Insight 2025 yang digelar sebagai bagian dari rangkaian ‎Kompas100 CEO Forum powered by PLN, perseroan listrik negara menegaskan bahwa percepatan transisi menuju energi hijau tidak dapat dilakukan sendiri. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menekankan bahwa kolaborasi pemerintah, BUMN/Swasta, akademisi dan sektor keuangan merupakan kunci untuk mewujudkan target energi bersih sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.

Komitmen PLN dan Tantangan yang Dihadapi

Darmawan menyampaikan bahwa PLN telah memasukkan target besar dalam peta jalan nasional, termasuk penambahan kapasitas pembangkit berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) hingga sekitar 75 % dari total kapasitas tambahan hingga tahun 2040.
Namun, ia juga mengakui bahwa realisasinya menghadapi beberapa tantangan utama, seperti:

Infrastruktur transmisi yang belum memadai untuk mendistribusikan listrik hijau dari daerah remote ke pusat permintaan. Dorong Transisi Energi, PLN Perkuat Kolaborasi dengan Mitra Strategis - SKBM

Baca Juga: BPD Cabut Usulan Pemakzulan Lucky Hakim Aktifkan Lagi Kuwu Sukaslamet

Peran Kolaborasi Lintas Sektor

Plt. PLN menaruh perhatian khusus pada:

Industri dan pelanggan besar: PLN memberi apresiasi kepada pelanggan industri yang telah aktif menerapkan listrik hijau dan efisiensi energi dalam acara “Enterprise Customer Gathering”.

Akademisi dan riset: Untuk membangun teknologi sendiri, membawa penurunan biaya dan meningkatkan kapabilitas nasional.

Investasi global & finansial: PLN mendorong partisipasi investor global dalam pengembangan pembangkit, transmisi dan storage agar target net‑zero emission tercapai.

Agenda Strategis ke Depan

Pengembangan Green Enabling Supergrid — infrastruktur transmisi yang menyambungkan daerah yang kaya potensi EBT ke pusat permintaan energi.

Penambahan kapasitas EBT hingga ±100 GW, dengan 75 % di antaranya berbasis EBT hingga tahun 2040.

Inovasi seperti Renewable Energy Certificate (REC) dan layanan “Green Energy as a Service” bagi pelanggan industri.

Pembentukan ekosistem: bukan sekadar pembangkit dan transmisi, tetapi juga pelatihan SDM, rantai pasok lokal, dan transfer teknologi.

Makna dan Harapan

Dalam pidato pembuka CEO Insight 2025, pandangan bersama yang muncul adalah: jika Indonesia ingin menjadi pemain utama dalam ekonomi hijau, maka transisi energi harus inklusif, terjangkau, dan terintegrasi dengan pembangunan ekonomi. PLN menegaskan bahwa peran perusahaan kelistrikan bukan hanya sebagai penyedia layanan, tetapi sebagai integrator ekosistem energi hijau nasional.

Dengan sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan, PLN berharap bahwa upaya transisi ini tidak mengorbankan pertumbuhan ekonomi, tetapi justru menjadi pendorong baru — menciptakan lapangan kerja, memperkuat industri dalam negeri, serta memperkuat ketahanan energi nasional.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.