Agen Travel Umrah Diduga Gelapkan Dana Setoran, Agen Travel Umrah di Padang Rugikan 100 Jemaah
Laporan Dumai — Agen Travel Umrah Harapan ratusan warga Sumatra Barat untuk berangkat ke Tanah Suci pupus setelah diduga menjadi korban penipuan oleh sebuah agen travel umrah di Padang. Agen tersebut dilaporkan menggelapkan dana setoran milik sedikitnya 100 calon jemaah umrah, dengan total kerugian yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Kasus ini mencuat setelah para jemaah yang dijanjikan akan diberangkatkan sejak Juli lalu, tak kunjung mendapatkan kepastian keberangkatan maupun pengembalian uang mereka.
1. Janji Palsu, Jemaah Gigit Jari
Beberapa korban mengaku telah menyetorkan uang antara Rp25 juta hingga Rp35 juta per orang. Mereka dijanjikan akan berangkat umrah pada pertengahan tahun ini. Namun, hingga kini tidak ada kejelasan, dan kantor agen tersebut pun kini tutup dan kosong.
Kami dijanjikan berangkat bulan Juli, tapi terus ditunda. Sampai sekarang tidak ada kabar, dan kantornya juga sudah tidak bisa dihubungi,” kata Rahmawati, salah satu calon jemaah asal Padang Pariaman.

Baca Juga: Demo Timur Leste Mirip Protes di Indonesia, Soroti Gaji Pejabat Selangit
2. Laporan Resmi Sudah Diajukan
Para korban telah melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Polresta Padang membenarkan telah menerima laporan dugaan penipuan oleh sebuah agen travel umrah berinisial PT FAM (nama disamarkan), yang sebelumnya aktif merekrut jemaah dari berbagai kabupaten/kota di Sumbar.
Laporan sudah kami terima, saat ini dalam proses penyelidikan. Kami juga mengumpulkan bukti dan keterangan dari para korban,” ujar Kasatreskrim Polresta Padang, Kompol Dedi Putra.
Pihak kepolisian juga tengah melacak keberadaan pimpinan travel tersebut yang dikabarkan tidak berada di lokasi sejak awal bulan ini.
3. Modus Iming-iming Biaya Murah
Modus operandi travel ini diduga dengan menawarkan paket umrah berbiaya murah dan sistem pembayaran cicilan. Bahkan, beberapa jemaah mengaku sempat diiming-imingi potongan harga bila berhasil merekrut orang lain.
Saya diajak oleh tetangga yang katanya pernah berangkat lewat travel ini. Karena murah dan bisa dicicil, kami tertarik. Tapi nyatanya, malah tertipu,” ujar Wati, korban lainnya.
Skema seperti ini diketahui kerap dimanfaatkan oleh oknum travel nakal untuk mengelabui jemaah, terlebih mereka yang berasal dari daerah dan kurang mengakses informasi resmi.
4.Agen Travel Umrah Tidak Terdaftar Resmi
Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatra Barat memastikan bahwa agen travel yang dilaporkan tersebut tidak terdaftar secara resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).
Kepala Seksi Umrah dan Haji Khusus Kemenag Sumbar, Irwan Malik, mengatakan bahwa pihaknya sudah mengimbau masyarakat sejak awal untuk hanya menggunakan jasa travel yang memiliki izin resmi dari Kementerian Agama.
Nama travel itu tidak ada dalam daftar PPIU resmi. Kami terus kampanyekan agar masyarakat tidak tergiur iming-iming harga murah,” katanya.
5. Upaya Hukum dan Harapan Korban
Para jemaah berharap ada jalan keluar dari kasus ini, setidaknya uang yang telah mereka setor bisa dikembalikan. Sementara itu, pihak kuasa hukum beberapa korban tengah menyiapkan langkah gugatan perdata untuk menuntut ganti rugi secara hukum.
Penutup
Kasus dugaan penipuan travel umrah di Padang ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih agen perjalanan ibadah. Pemerintah dan aparat penegak hukum didorong untuk segera mengusut tuntas kasus ini, demi memberikan keadilan bagi para korban dan mencegah kejadian serupa di masa depan.





